G I K KO P: Gambar Diri, Imajinasi, Kehendak, Konsentrasi dan Pengamatan

                                  dalam hubungannya dengan Kolaborasi

GIKKOP adalah sebuah singkatan untuk menunjukkan syarat-syarat pencapaian sukses dalam kehidupan ini. Apakah Gambar Diri itu? Gambar Diri adalah awal pengetahuan tentang diri sendiri sebagai manusia melalui jawaban yang diperoleh atas 2 pertanyaan yang diajukan, sebagai berikut ini:

                              1. Siapakah saya sebagai masa depan? 

                             2. Apakah pekerjaan saya sebagai panggilan hidup saya.

Dari jawaban yang diperoleh, maka seseorang mulai menyadari perlunya melibatkan diri melalui kehadiran orang lain yang disebut KOLABORASI. Ia bersedia mendalami hubungannya itu.

Untuk mendapatkan nilai kolaborasi ini, dibutuhkan pelajaran dan langkah-langkah nyata dari hubungan yang mau diciptakan. Perlu tujuan yang jelas dengan menggambarkan seperti apa kolaborasi itu. Tujuan lebih jauh adalah membentuk MASYARAKAT PEMBELAJAR yang siap menjalani ledakan perubahan masyarakat dari waktu ke waktu (Rhenald Kasali).


Mari kita mengimajinasikan konsep kolaborasi itu, agar kita tidak terkecoh oleh keadaan di luar diri kita, bila sewaktu-waktu ada orang yang datang. Kita mengajukan melalui 5 pertanyaan "Mengapa?"

I. Mengapa  ada pengembangan tentang konsep KOLABORASI? 

Karena ada orang yang datang kepada kita atau sebaliknya. 

Misalnya untuk:

1. Menyerahkan uang sewaan untuk memulai usahanya

2. Memulai usaha di bidang penanaman sayuran organik

3. Mengajak usaha bersama di bidang katering

4. Mencari solusi untuk usaha wirausaha atau wirakoperasi

5. Menemukan pengurus baru untuk usaha koperasi atau seksi ekologi

6. Memberdayakan tanah warisan sebagai landasan hidup persaudaraan


II. Mengapa orang datang kepada kita atau sebaliknya?

Karena orang menyadari pentingnya kekuatan kolektif kolegial, yang hanya bisa diperoleh melalui kolaborasi sempurna. Ada nilai-nilai modernitas yang mau digali di situ, berupa rasionalitas, fungsionalitas dan pluralisme. Nilai-nilai itu kita temukan dalam kehidupan sehari-hari (Franz Magnis Suseno SJ, Suara Pembaruan 18 Oktober 2003).


III. Mengapa ada nilai-nilai modernitas itu?

Karena setiap manusia diharapkan memilih pilihan yang terbaik dan berarti bagi hidup BAHTERA (Bahagia, Harmonis, Tenteram dan Sejahtera: RD Alfons Sebatu).


IV. Mengapa perlu pilihan yang terbaik dan berarti itu?

Karena manusia dipanggil untuk bekerja bersama Tuhan Allah. Dengan demikian ia mewujudkan alam kasih sesama umat.


V. Mengapa manusia perlu mewujudkan alam kasih sesama umat? 

Karena itulah syarat kolaborasi, ketika orang melakukan hubungan horisontal dengan sesamanya. Hubungan itu diujicobakan melalui prototyping, yaitu ujud percakapan dirimu dengan pikiranmu dan dengan orang lain. Ada sesuatu yang dikerjakan dengan mendapat feedback dari yang lain demi mewujudkan ide atau cita-citamu. Kolaborasi menjadi demikian pentingnya sekarang dan di masa depan.

 

   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 hasil upaya ko-inisiatif dan ko-kreatif